Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon Berbasis Kesesuaian Tata Ruang dan Potensi Wilayah
DOI:
https://doi.org/10.57185/mutiara.v4i10.548Keywords:
pelabuhan perikanan, tata ruang, studi kelayakan, PPN Ambon, pengembangan wilayahAbstract
Pelabuhan perikanan mendukung logistik perikanan dan pembangunan wilayah pesisir, tetapi pengembangannya memerlukan keselarasan antara kebutuhan infrastruktur, tata ruang, dan potensi wilayah. Penelitian ini bertujuan menilai dasar dan arahan pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon melalui kerangka perencanaan integratif. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memadukan analisis spasial dan telaah kebijakan. Data bersumber dari dokumen tata ruang, statistik perikanan, regulasi, dokumen studi kelayakan, serta pengamatan lapangan. Analisis meliputi Sistem Informasi Geografis, penilaian kesesuaian tata ruang darat dan laut, SWOT, serta sintesis kebutuhan prasarana dan potensi wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi dan fungsi pelabuhan memperoleh dukungan dari dokumen tata ruang. Kedudukannya pada Wilayah Pengelolaan Perikanan 714 serta keterkaitan pelayanan dengan wilayah 715 dan 718 memperkuat peran strategisnya dalam pelayanan kapal, pendaratan ikan, logistik, distribusi, dan industri perikanan. Namun, keterbatasan fasilitas dan efisiensi operasional yang belum optimal menjadi kendala pengembangan. Temuan tersebut menunjukkan perlunya integrasi ruang darat dan laut, peningkatan kapasitas infrastruktur, penguatan konektivitas logistik, dan koordinasi kelembagaan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta risiko perubahan iklim. Penelitian menyimpulkan bahwa kesesuaian tata ruang dan potensi wilayah memberikan dasar perencanaan indikatif bagi pengembangan pelabuhan. Meskipun demikian, kelayakan finansial investasi belum dapat dipastikan dan memerlukan kajian lanjutan yang didukung data operasional serta perhitungan biaya dan manfaat.
References
Adisasmita, R. (2018). Pengembangan Wilayah: Konsep dan Teori. Graha Ilmu.
Bakker, Y. W., de Koning, J., & van Tatenhove, J. (2019). Resilience and social capital: The engagement of fisheries communities in marine spatial planning. Marine Policy, 132–139. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2018.09.032
Branch, M. C. (1985). Comprehensive City Planning. American Planning Association.
Briggs, J. (2013). The Geography of Development. Routledge.
Elfandi, S. K. (2000). Pelabuhan Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan.
Fauzi, A. (2019). Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Gramedia.
Gilek, M., Armoskaite, A., Gee, K., Saunders, F., Tafon, R., & Zaucha, J. (2021). In search of social sustainability in marine spatial planning: A review of scientific literature published 2005–2020. Ocean & Coastal Management, 208, 105618. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2021.105618
Hall, P. (2014). Cities of Tomorrow (4th ed.). Wiley-Blackwell.
Hossain, T., Adams, M., & Walker, T. R. (2021). Role of sustainability in global seaports. Ocean & Coastal Management, 202, 105435. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2020.105435
Hoyle, B. S., & Pinder, D. A. (1992). European Port Cities in Transition. Belhaven Press.
Jefferson, T., Hillman, J. R., & Lundquist, C. J. (2023). Prioritising multiple objectives in marine spatial planning for Aotearoa New Zealand. Ocean & Coastal Management, 246, 106886. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2023.106886
Li, S., & Jay, S. (2023). Addressing transboundary challenges: Exploring the interactive relations between collaborative governance and transboundary marine spatial planning in Europe. Marine Policy, 158, 105880. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2023.105880
Morzaria-Luna, H. N., Turk-Boyer, P., Polanco-Mizquez, E. I., Downton-Hoffmann, C., Cruz-Piñón, G., Carrillo-Lammens, T., Loaiza-Villanueva, R., Valdivia-Jiménez, P., Sánchez-Cruz, A., Peña-Mendoza, V., López-Ortiz, A. M., Koch, V., Vázquez-Vera, L., Arreola-Lizárraga, J. A., Amador-Castro, I. G., Suárez Castillo, A. N., & Munguia-Vega, A. (2020). Coastal and Marine Spatial Planning in the Northern Gulf of California, Mexico: Consolidating stewardship, property rights, and enforcement for ecosystem-based fisheries management. Ocean & Coastal Management, 197, 105316. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2020.105316
Porter, M. E. (1998). Clusters and the New Economics of Competition. Harvard Business Review, 76(6), 77–90.
Rangkuti, F. (2004). Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama.
Rodrigue, J. P. (2020). The Geography of Transport Systems (5th ed.). Routledge.
Schwartz-Belkin, I., & Portman, M. E. (2023). A review of geospatial technologies for improving Marine Spatial Planning: Challenges and opportunities. Ocean & Coastal Management, 231, 106280. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2022.106280
Stephenson, F., Leathwick, J. R., Geange, S., Moilanen, A., & Lundquist, C. J. (2024). Contrasting performance of marine spatial planning for achieving multiple objectives at national and regional scales. Ocean & Coastal Management, 248, 106978. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2023.106978
Trouillet, B., Bellanger-Husi, L., El Ghaziri, A., Lamberts, C., Plissonneau, E., & Rollo, N. (2019). More than maps: Providing an alternative for fisheries and fishers in marine spatial planning. Ocean & Coastal Management, 173, 90–103. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2019.02.016
Vasquez Caballero, S., Salgueiro-Otero, D., & Ojea, E. (2023). The Role of Catch Portfolios in Characterizing Species’ Economic Linkages and Fishers’ Responses to Climate Change Impacts. Ecological Economics, 205, 107726. https://doi.org/10.1016/j.ecolecon.2022.107726



