Dinamika Psikologi Anak Korban Kekerasan yang Putus Sekolah di Kota Kupang
DOI:
https://doi.org/10.57185/mutiara.v4i7.513Keywords:
dinamika psikologis, korban kekerasan, putus sekolahAbstract
Anak yang mengalami kekerasan dan putus sekolah menghadapi berbagai permasalahan psikologis yang kompleks, baik dalam aspek emosional, sosial, maupun perkembangan diri. Kekerasan yang terjadi dalam lingkungan keluarga maupun sekolah dapat menyebabkan anak kehilangan rasa aman, mengalami penurunan kepercayaan diri, serta berkurangnya motivasi untuk melanjutkan pendidikan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memahami dinamika psikologis anak korban kekerasan yang mengalami putus sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika psikologis anak korban kekerasan yang putus sekolah di Kota Kupang, meliputi pengalaman kekerasan, respons emosional, dukungan sosial, strategi koping, serta orientasi masa depan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria anak berusia 12–18 tahun yang mengalami kekerasan dan putus sekolah di Kota Kupang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview), kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mengalami berbagai bentuk kekerasan, yaitu kekerasan fisik, verbal, dan psikologis yang berdampak terhadap kondisi emosional serta keputusan untuk berhenti sekolah. Dampak yang muncul berupa rasa takut, sedih, malu, minder, dan kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Namun, partisipan tetap mengembangkan strategi bertahan melalui aktivitas pribadi, dukungan sosial, serta pemaknaan positif terhadap pengalaman hidup. Kekerasan dan putus sekolah memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan psikologis anak. Meskipun demikian, adanya dukungan sosial, kemampuan beradaptasi, dan harapan terhadap masa depan menjadi faktor penting yang membantu anak bertahan dan membangun kembali kehidupannya.
References
American Psychological Association. (2023). Stress and coping in adolescents.
Arsita, E., Syafruddin, S., & Ilyas, M. (2022). Anak putus sekolah (studi di masyarakat Desa Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat). Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman, 9(1), 43–48.
Badan Pusat Statistik. (2024a). Indikator kesejahteraan rakyat 2024. Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik. (2024b). Statistik pendidikan Indonesia 2024. Jakarta: BPS.
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall.
Bandura, A. (2023). Social cognitive theory and human development. Springer.
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development. Harvard University Press.
Braun, V., & Clarke, V. (2022). Thematic analysis: A practical guide. SAGE Publications.
Chaplin, J. P. (2006). Kamus lengkap psikologi. RajaGrafindo Persada.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
DeVito, J. A. (2013). The interpersonal communication book (13th ed.). Pearson Education.
Effendy, M. (2017). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi ke-5). Kemdikbud.
Erikson, E. H. (2021). Identity: Youth and crisis. W. W. Norton.
Goleman, D. (2000). Emotional intelligence. Gramedia Pustaka Utama.
Goleman, D. (2002). Emotional intelligence (T. Hermaya, Trans.). Gramedia Pustaka Utama.
Harifin, A. (2018). Psikologi perkembangan remaja. Deepublish.
Hibbard, R., Barlow, J., MacMillan, H., Christian, C. W., Crawford-Jakubiak, J. E., & Sege, R. D. (2012). Psychological maltreatment. Pediatrics, 130(2), 372–378.
Hikmawati, E., & Rusmiyati, C. (2016). Kajian kekerasan terhadap anak. Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial, 40(1), 25–38.
Holloway, S. D., Suzuki, S., Yamamoto, Y., & Mindrich, E. A. (2006). Parenting and the development of children in different cultural contexts. Routledge.
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi perkembangan. Erlangga.
Iskandar, Z. (2012). Psikologi lingkungan. Refika Aditama.
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer.
Lestari, B. Y. A., Kurniawan, F., & Ardi, B. R. (2020). Penyebab tingginya anak putus sekolah. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 4(2), 299–308.
Lestari, S. (2020). Faktor-faktor penyebab anak putus sekolah di daerah pedesaan. Jurnal Pendidikan dan Pembangunan, 8(2), 120–130.
Liani, D. (2019). Dampak bullying verbal terhadap motivasi belajar siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 11(1), 45–53.
Marliany, R. (2010). Psikologi umum. Pustaka Setia.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis. SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Muniroh, S. M. (2011). Psikologi keberlanjutan sekolah pekerja anak di sektor batik. Jurnal Penelitian, 8(2).
Olweus, D. (2013). School bullying: Development and challenges. Annual Review of Clinical Psychology, 9, 751–780.
Papalia, D. E., & Feldman, R. D. (2014). Human development. McGraw-Hill.
Putri, N. (2021). Pengalaman kekerasan emosional pada anak: Studi fenomenologi. Jurnal Ilmiah Psikologi.
Riadi, M. (2022). Dinamika psikologis. https://www.kajianpustaka.com
Rogers, C. R. (2022). On becoming a person. Houghton Mifflin.
Sailang, R. (2024). Dampak kekerasan terhadap perkembangan psikologis anak dan remaja. Jurnal Psikologi Perkembangan, 12(1), 1–10.
Santrock, J. W. (2012). Life-span development. McGraw-Hill.
Sari, D. K. (2018). Dinamika psikologis anak korban kekerasan dalam keluarga. Jurnal Psikologi Indonesia.
Sari, et al. (2022). Pengalaman anak korban kekerasan dalam rumah tangga. Jurnal Psikologi Sosial.
Smith, J. A., Flowers, P., & Larkin, M. (2009). Interpretative phenomenological analysis. SAGE.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suyanto, B. (2003). Pekerja anak dan kelangsungan pendidikan. Airlangga University Press.
Talakua, Y. (2018). Peran stakeholder dalam penanganan anak putus sekolah. Spirit Publik, 13(1), 1–10.
UNICEF. (2021). Violence against children: Global status report. UNICEF.
UNICEF. (2023). Violence against children: Global situation. https://www.unicef.org
Wahyuni, R. (2020). Pengalaman remaja korban bullying di sekolah: Studi fenomenologi. Jurnal Bimbingan Konseling.
WHO. (2024). Adolescent mental health. https://www.who.int
Yanti, P., & Agustina, L. (2022). Gambaran psikososial anak korban KDRT. Ash-Shudur: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 2(1).
Zulkarnain, W. (2013). Dinamika kelompok. Bumi Aksara.



