Optimalisasi Pemanfaatan Jaringan Informasi Geospasial Daerah (JIGD) dalam Mendukung Perencanaan Pembangunan Daerah di Kota Prabumulih
DOI:
https://doi.org/10.57185/mutiara.v4i6.512Keywords:
Jaringan Informasi Geospasial Daerah (JIGD), data geospasial, perencanaan pembangunan daerah, peta prioritas pembangunan, pembangunan berbasis wilayahAbstract
Pemanfaatan data geospasial dalam pembangunan daerah memiliki peran penting dalam mendukung proses perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, terukur, dan berbasis kebutuhan wilayah. Pemerintah Kota Prabumulih telah memiliki Jaringan Informasi Geospasial Daerah (JIGD) sebagai media integrasi data spasial daerah. Namun demikian, implementasi pemanfaatan data geospasial dalam proses pembangunan daerah masih belum berjalan optimal. Permasalahan tersebut ditunjukkan oleh masih terfragmentasinya data pembangunan antar perangkat daerah, belum optimalnya pemanfaatan data spasial dalam penentuan prioritas pembangunan daerah, serta masih terbatasnya integrasi data pembangunan berbasis wilayah dalam dokumen perencanaan daerah. Policy paper ini disusun untuk menganalisis permasalahan implementasi pemanfaatan JIGD di Kota Prabumulih serta merumuskan alternatif kebijakan yang dapat mendukung peningkatan kualitas perencanaan pembangunan daerah berbasis data geospasial. Analisis dilakukan melalui kajian regulasi, dokumen perencanaan pembangunan daerah, serta kajian konseptual terkait sistem informasi geospasial, evidence-based planning, dan pembangunan daerah berbasis wilayah. Berdasarkan hasil analisis, alternatif kebijakan yang direkomendasikan adalah penyusunan peta prioritas pembangunan daerah berbasis data geospasial melalui pemanfaatan JIGD. Kebijakan tersebut dinilai paling efektif dalam mendukung proses penentuan prioritas pembangunan berbasis kebutuhan wilayah karena mampu mengintegrasikan data pembangunan antar perangkat daerah ke dalam analisis spasial pembangunan daerah. Implementasi kebijakan dilakukan melalui integrasi data pembangunan daerah, penyusunan peta prioritas pembangunan berbasis wilayah, pemanfaatan data spasial dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, serta penguatan koordinasi antar perangkat daerah. Implementasi kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah, memperkuat sinkronisasi pembangunan antar wilayah, serta mendukung pembangunan daerah yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berbasis kebutuhan wilayah di Kota Prabumulih.
References
Ajizah, S. N., Wijaya, E., & Meutia, F. (2021). Peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Depok Dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. JLR-Jurnal Legal Reasoning, 4(1), 44–64.
Ajizah, S. N., Wijaya, E., & Meutia, F. (2021). Peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Depok dalam penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah. JLR-Jurnal Legal Reasoning, 4(1), 44–64.
Ardieansyah, N. M. P. N. (2026). Perancangan pembangunan desa berbasis e-planning dalam perspektif sustainable development goals (SDGs) di Indonesia: Studi kasus Desa Muara Jaya. Jurnal Kajian Strategis dan Digitalisasi Pemerintahan, 1(1), 19–33.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Prabumulih. (2024). Rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Kota Prabumulih tahun 2025. Pemerintah Kota Prabumulih.
Fadhli, T. M., Hasanuddin, A. R. F., Jalil, A., Hapsari, T., & Mukminin, T. F. (2026). Implementasi teknologi geospasial untuk penguatan tata ruang dan potensi Gampong Lam Asan Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Malikussaleh Mengabdi, 5(2), 303–313.
Handini, N., Darwina, M., & Pangestoeti, W. (2025). Peran pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui inovasi kebijakan pembangunan berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Nusantara, 2(5), 964–986.
Iksan, M. S. (2026). Transformasi perencanaan pembangunan daerah: Sistem, tantangan, dan strategi menuju pembangunan berkelanjutan. Penerbit KBM Indonesia.
Julian, Y. A., & Umar, G. (2025). Peran sistem tata kelola lingkungan berbasis data spasial dalam perencanaan pembangunan di kawasan urban. Journal of Current Research in Management, Policy, and Social Studies, 2(1), 1–8.
Meidodga, I. S., Syahrin, A., Putra, R. T., Warfandu, F., & Nugroho, A. (2023). Jurnal Widya Bhumi, 62–80.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, tata cara evaluasi rancangan peraturan daerah tentang RPJPD dan RPJMD, serta tata cara perubahan RPJPD, RPJMD, dan RKPD.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019 tentang sistem informasi pemerintahan daerah.
Pinuji, S., Jayanti, N., & Wulandari, M. (2021). Informasi geospasial dan pembangunan pertanahan berkelanjutan dalam mewujudkan good land governance.
Pratama, F. W. N., Annisadina, T., & Fernanda, B. (2025). Peninjauan perencanaan spasial dan tata kelola pemerintahan dalam pengembangan kota tambang: Studi kasus Kabupaten Musi Banyuasin. Tunas Agraria, 8(1), 54–75.
Rikardus, E., Pecamuya, R., Tuakra, Y., & Wika, M. (2025). Peningkatan kapasitas aparatur kampung dalam pengelolaan dana desa untuk pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Merauke. Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(3), 340–352.
Roziqin, F., Zahro, F., Yudoyono, A., & Brawijaya, U. (2023). Geospasial dalam menunjang ketersediaan data dan. 2, 36–51.
Russela, R. (2025). Strategi pengembangan wilayah berbasis ekonomi lokal (UMKM) secara berkelanjutan di Kecamatan Prabumulih Timur [Skripsi, Universitas Indo Global Mandiri].
Setiawan, F. A., Rezkiadi, F. S., Hardiansyah, R., Sekira, S., Fahlevvi, M. R., & Apriyansa, A. (2025). Integrasi big data dan sistem informasi geospasial untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia. Data Sciences Indonesia (DSI), 5(1), 105–118.
Siagian, G. A. J. (2025). Penguatan kapasitas pemerintah desa dalam perencanaan pembangunan partisipatif. Jurnal Fokus Administrasi Publik, 1(2), 163–172.
Sudianing, N. K., & Seputra, K. A. (2019). Peran sistem informasi pemerintahan daerah dalam menunjang peningkatan kualitas perencanaan pembangunan daerah. Locus, 11(2), 112–133.
Tulkhoiriyah, I., Kurniawan, S. D., & Darmanto, D. (2024). Pengembangan sistem informasi pembangunan daerah berbasis website menggunakan metode waterfall. Applied Information Technology and Computer Science (AICOMS), 3(1), 15–20.
Wulan, W. (2018). Perkembangan kehidupan sosial ekonomi masyarakat transmigran di Desa Karya Mulya Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih tahun 1986–2016.



