Implementasi Model Pembelajaran Berbasi Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Cretical Thinking Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Qodim
DOI:
https://doi.org/10.57185/mutiara.v4i3.508Keywords:
problem based learning, Berpikir Kritis, aqidah akhlak, penelitian tindakan kelas, madrasah ibtidaiyahAbstract
Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi penting abad ke-21, namun pengembangannya masih menjadi tantangan dalam Pendidikan Agama Islam, khususnya pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah yang masih didominasi pendekatan ceramah dan hafalan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada materi akhlak terpuji (kejujuran) di kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Qodim. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 12 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes berpikir kritis, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Kemampuan berpikir kritis diukur melalui empat indikator: analisis, inferensi, evaluasi, dan argumentasi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor meningkat dari 8,6 pada siklus I menjadi 10,4 pada siklus II, dengan persentase ketuntasan naik dari 41% menjadi 75%. Temuan ini mengimplikasikan bahwa model PBL efektif sebagai alternatif strategi pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di tingkat Madrasah Ibtidaiyah.



