Peran Work Engagement terhadap Kecemasan Kerja dalam Sistem Kerja Hybrid
DOI:
https://doi.org/10.57185/mutiara.v4i4.503Keywords:
keterlibatan kerja, kecemasan kerja, kerja hibrida, kesejahteraan psikologis, produktivitas kerjaAbstract
Kecemasan kerja telah menjadi tantangan kesehatan mental yang signifikan dalam lingkungan kerja hibrida, namun hubungannya dengan keterlibatan kerja masih relatif jarang diteliti dalam literatur psikologi organisasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran keterlibatan kerja (work engagement) dalam mengurangi gejala kecemasan pada karyawan yang bekerja dalam sistem kerja hibrida. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi literatur deskriptif-analitis, melalui sintesis sumber ilmiah dari database Google Scholar, Scopus, dan PubMed. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa keterlibatan kerja memiliki hubungan negatif dengan kecemasan kerja: karyawan dengan keterlibatan tinggi menunjukkan kemampuan koping yang lebih baik, manajemen batas kerja-kehidupan yang lebih efektif, dan tingkat kecemasan yang lebih rendah. Dimensi semangat (vigor) dan dedikasi (dedication) terbukti menjadi faktor protektif dominan, sementara penyerapan (absorption) berada pada tingkat sedang. Fleksibilitas kerja dalam sistem hibrida dapat meningkatkan kenyamanan psikologis, namun berkurangnya interaksi tatap muka dapat memicu kecemasan apabila tidak diimbangi komunikasi digital yang efektif. Secara teoritis, penelitian ini memperluas penerapan model Job Demands-Resources (JD-R) dan teori Conservation of Resources (COR) ke dalam konteks kerja hibrida. Secara praktis, hasil penelitian ini menekankan pentingnya penguatan komunikasi internal, dukungan manajerial, dan program kesejahteraan karyawan untuk mempertahankan keterlibatan kerja dan memitigasi kecemasan di lingkungan kerja yang fleksibel.



