Regenerasi Petani di Sentra Produksi Hortikultura: Analisis Minat Generasi Muda terhadap Sektor Pertanian di Kabupaten Brebes

Authors

  • Acep Khatin Nuryadin BPSDMP Kementrian Pertanian Republik Indonesia, Indonesia
  • Indi Millatul Maula Politeknik Siber Cerdika Internasional, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57185/mutiara.v3i11.493

Keywords:

regenerasi petani, generasi muda, minat Bertani, hortikultura

Abstract

Regenerasi petani menjadi salah satu isu penting dalam keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia. Data menunjukkan bahwa mayoritas petani saat ini didominasi oleh kelompok usia lanjut, sementara minat generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian cenderung menurun. Kondisi ini juga terjadi di Kabupaten Brebes yang merupakan salah satu sentra produksi hortikultura, khususnya bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian di Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei generasi muda berusia 17–35 tahun yang berada di wilayah sentra pertanian hortikultura. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda serta Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap sektor pertanian, akses terhadap teknologi pertanian, serta dukungan sosial dan kelembagaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian. Sebaliknya, persepsi terhadap tingginya risiko usaha pertanian memiliki pengaruh negatif terhadap minat generasi muda. Variabel dukungan sosial dan kelembagaan merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa upaya regenerasi petani memerlukan strategi yang komprehensif melalui peningkatan citra sektor pertanian, penguatan akses teknologi pertanian modern, serta dukungan kelembagaan yang lebih kuat bagi generasi muda. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian dan menjaga keberlanjutan produksi hortikultura di Kabupaten Brebes.

References

Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.

Alfarisi, M. S., Rahman, F. N., & Faqih, A. (2024). Influencing factors interest of young farmers in the agricultural sector. International Journal of Management Science.

Andrianto, A. D. (2023). Transformasi Pertanian Masa Orde Baru dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 11(2).

Cisia Padila. (2025). Peran Sektor Pertanian dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi di Era Globalisasi. In Jurnal Ilmu Ekonomi (Vol. 01, Number 1).

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (6th ed.). SAGE Publications.

Filmer, D., & Fox, L. (2014). Youth Employment in Sub-Saharan Africa. World Bank.

Irawan, N. C., & others. (2023). Unleashing the power of digital farming: Local young farmers’ perspectives on sustainable value creation. AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research.

Juniasih, I. A. K., & others. (2025). Determinants of youth motivation in agricultural careers: A systematic review for regeneration strategy formulation in Indonesia. SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian.

Klerkx, L., Jakku, E., & Labarthe, P. (2019). A review of social science on digital agriculture. NJAS - Wageningen Journal of Life Sciences, 90–91.

Leavy, J., & Hossain, N. (2014). Who wants to farm? Youth aspirations, opportunities and rising food prices.

Lowder, S. K., Skoet, J., & Raney, T. (2016). The number, size, and distribution of farms. World Development, 87.

Maryani, A., Kusnadi, D., & Pradiana, W. (2020). The interest of young agricultural entrepreneurs on chili agribusiness. Agriecobis: Journal of Agricultural Socioeconomics and Business.

Neto, W. R. (2023). Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia Pertanian Untuk Menciptakan Petani Unggul Demi Mencapai Ketahanan Pangan. Jurnal Pertanian Unggul, 2(1).

Ngin, C., Broekhuizen, R., & van Paassen, A. (2020). Youth engagement in agriculture. Journal of Rural Studies.

Purba, S. S. B. (2025). Evaluasi Stabilitas Harga Komoditas Pertanian dalam Sistem Ekonomi Terbuka. Circle Archive.

Rofinus Neto Wuli. (2023). Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia Pertanian Untuk Menciptakan Petani Unggul Demi Mencapai Ketahanan Pangan. Jurnal Pertanian Unggul, 2.

Rose, D. C., Wheeler, R., Winter, M., Lobley, M., & Chivers, C. (2021). Agriculture 4.0: Making digital agriculture work for farmers. Land Use Policy.

Rustandi, Y., & Farid, A. (2024). Involvement of millennial farmers in integrated agriculture in Indonesia. Anuário Do Instituto de Geociências.

Sherly Shylviana, B. P. (2025). Evaluasi Stabilitas Harga Komoditas Pertanian dalam Sistem Ekonomi Terbuka. Circle Archive.

Sitompul, T. (2025). What drives youth to farm? Exploring social, economic, and personal factors. Journal of Agribusiness and Local Wisdom.

Sumberg, J., & others. (2017). Young people and agriculture in Africa. IDS Bulletin.

Ulil Ilmi, M., Gayatri, S., & Luqman, Y. (2025). Dampak Krisis Regenerasi Petani di Desa Nolokerto, Kabupaten Kendal. Online) Sospol: Jurnal Sosial Politik, 11(2).

White, B. (2012). Agriculture and the generation problem. IDS Bulletin.

Wibowo, A. A., Suharno, & Alfarisy, M. F. (2023). What makes the agriculture sector not attract the youth? Trikonomika.

Wuli, R. N. (2023). Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia Pertanian Untuk Menciptakan Petani Unggul Demi Mencapai Ketahanan Pangan. Jurnal Pertanian Unggul, 2(1).

Downloads

Published

2025-11-03