Pengaruh Minimnya Penggunaan Bahasa Batak Toba dalam Keluarga Terhadap Kemampuan Berbahasa Batak di Kalangan Pemuda HKBP Batu Opat
DOI:
https://doi.org/10.57185/mutiara.v4i1.472Keywords:
Batak Toba language, family, HKBP youth, language shift, sociolinguisticsAbstract
Bahasa Batak Toba merupakan salah satu identitas budaya dan keagamaan yang penting dalam masyarakat Batak Toba, termasuk di lingkungan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi, penggunaan Bahasa Batak Toba dalam ranah keluarga cenderung mengalami penurunan. Hal ini berdampak pada kemampuan berbahasa Batak Toba di kalangan generasi muda, termasuk pemuda HKBP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurangnya penggunaan Bahasa Batak Toba dalam keluarga terhadap kemampuan berbahasa Batak Toba pada pemuda jemaat HKBP Batu Opat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sosiolinguistik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia lebih sering digunakan dalam komunikasi keluarga, sedangkan Bahasa Batak Toba hanya digunakan dalam situasi tertentu seperti acara adat dan ibadah gereja. Kurangnya penggunaan Bahasa Batak Toba sejak usia dini menyebabkan kemampuan berbahasa Batak Toba pemuda rendah secara aktif, meskipun pemahaman masih ada. Peran ibu sebagai pengasuh utama berpengaruh dalam kebiasaan berbahasa anak. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran bahasa yang dapat melemahkan fungsi Bahasa Batak Toba sebagai identitas budaya dan gereja, sehingga keluarga dan gereja perlu berperan dalam pelestariannya.





