Membangun Ekosistem Pertanian Organik: Peran Strategis PT Pertamina EP Cepu Field Melalui Program Pusaka Blora
DOI:
https://doi.org/10.57185/mutiara.v3i10.445Keywords:
Pertanian organik, CSR, PUSAKA Blora, keberlanjutan, kesejahteraan petaniAbstract
Pertanian organik menjadi salah satu strategi penting dalam menjawab tantangan degradasi tanah, perubahan iklim, serta ketergantungan petani pada pupuk kimia. Kabupaten Blora, Jawa Tengah, merupakan wilayah agraris dengan mayoritas petani yang masih mengandalkan pupuk kimia sebesar 300–400 kg/ha. Alhasil produktivitas pertanian pertanian cukup rendah, yakni hanya sekitar 3 ton/ha dengan frekuensi panen hanya sekali setahun. Untuk menjawab persoalan tersebut, PT Pertamina EP Cepu Field menginisiasi Program PUSAKA Blora sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis perusahaan dalam membangun ekosistem pertanian organik yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di lima desa binaan. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen program, data BPS, serta literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PUSAKA Blora berhasil meningkatkan kapasitas 70 anggota kelompok tani melalui sekolah lapang, pelatihan keuangan, agroedutourism, dan pembinaan kelembagaan. Dari sisi lingkungan, penggunaan pupuk kimia berkurang hingga 80–85%, kualitas tanah membaik, keanekaragaman hayati pulih dan hasilnya produktivitas pertanian meningkat mencapai 7,8 ton/ha. Program ini juga telah berhasil memperoleh sertifikasi organik INOFICE sesuai SNI 6729-2016, yang memperkuat legitimasi dan daya saing produk. Temuan ini menegaskan bahwa PUSAKA Blora telah berhasil menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat, konservasi lingkungan, dan kolaborasi multipihak.
References
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
Dinata, C., Rozaki, Z., Wulandari, R., & Azzahra, I. (2024). Peran pertanian dalam mendukung generasi cemerlang di sektor perekonomian masa depan. Seminar Nasional Agribisnis, 1(1), 56–60.
Fanani, M. Z., Judijanto, L., Tobing, O. L., Riono, Y., Sari, L. A., Juhandi, D., Hariyati, T., & Lada, Y. G. (2025). Pertanian berkelanjutan. PT Sonpedia Publishing Indonesia.
Food and Agriculture Organization. (2021). The state of food and agriculture. FAO.
Gusya, I. M. I., Rozaki, Z., Wulandari, R., & Amanah, C. W. (2024). Peran generasi muda dalam mendorong pertanian berkelanjutan: The role of the young generation in promoting sustainable agriculture. Proceedings of Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference, 3(2), 170–177.
Hapsari, S. T. (2025). Perbandingan efisiensi produksi pertanian konvensional dan organik. Circle Archive, 1(7).
Jemly Lengkong, S. P. (2024). Ekologi pertanian organik dan berkelanjutan. Deepublish.
Judijanto, L. (2025). Menghadirkan solusi ketahanan pangan melalui pertanian organik: Perspektif literatur. Prosiding Seminar Nasional Indonesia, 3(2), 179–188.
Maharani, E. Z., Nurlaela, S., & Puspitojati, E. (2024). Determinan faktor dalam penerapan sistem pertanian organik pada petani anggota APPOLI Boyolali. Jurnal Penyuluhan, 20(2), 313–322. https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v20i2.XXXX
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.
Muthmainnah, H. S., Amirah, N., Yanti, A. R., Ramadhan, P., Jayatalenta, L., & Barlan, Z. A. (2025). Pendampingan strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing produk pertanian organik (kasus Kelompok Tani Jaya di Desa Ciaruteun Ilir). Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(1), 154–165.
Parmila, I. P., Suardike, P., & Prabawa, P. S. (2022). Kajian pertanian organik dalam upaya menyusun kebijakan pembangunan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Buleleng. Jurnal Pertanian Agros, 24(3), 1156–1169. https://doi.org/10.24843/agros.v24i3.XXXX
Pieter, L. A. G., Putra, H. P., & Utomo, M. B. (2023). Sulitnya beranjak dari model pertanian konvensional ke pertanian ramah lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Tahun 2023, 5(1).
Prihandarini, R. (2023). Kapita selekta pertanian organik dan pertanian ramah lingkungan. Penerbit A-Empat.
Purwantini, T. B. (2019). Pertanian organik: Konsep, kinerja, prospek, dan kendala. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 37(2), 127–142.
Rosalina, D. I. (2022). Penerapan dalam pembangunan pertanian modern di Indonesia yang sehat, ramah lingkungan dan berkelanjutan. SEMAGRI, 3(1).
Sari, D. A., & Nugroho, A. (2020). Pemanfaatan limbah peternakan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah. Jurnal Agroteknologi, 14(1), 45–53. https://doi.org/10.22146/agroteknologi.v14i1.XXXX
Sari, M., & Uwi’ah, M. (2025). Optimalisasi sumber daya lokal dalam sistem pertanian berkelanjutan untuk pengentasan kemiskinan di pedesaan. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(1), 264–270.
Siswoyo, A. (2024). Peran pertanian organik dalam mengurangi dampak negatif pertanian konvensional terhadap lingkungan. Literacy Notes, 2(1).
Studi komparatif produktivitas padi organik dan konvensional. (2025). Circle Archive, 1(7).
Sutanto, R. (2019). Pertanian organik: Menuju pertanian alternatif dan berkelanjutan. Kanisius.
Syahputra, R. (2024). Pertanian organik: Solusi ramah lingkungan untuk pertanian berkelanjutan. Literacy Notes, 2(1).
Willer, H., & Lernoud, J. (2020). The world of organic agriculture: Statistics and emerging trends. FiBL & IFOAM.





