Hubungan Volume, Kecepatan dan Kepadatan Ruas Jalan pada Kawasan Perdagangan (Studi Kasus: Jalan Basuki Rahmat Kota Palu)
DOI:
https://doi.org/10.57185/mutiara.v4i7.525Keywords:
Greenshields, Greenberg, Underwood, Karakteristik Lalu LintasAbstract
Kawasan perdagangan merupakan pusat aktivitas yang menghasilkan pergerakan lalu lintas tinggi sehingga memengaruhi karakteristik arus lalu lintas pada ruas jalan. Jalan Basuki Rahmat Kota Palu sebagai salah satu koridor perdagangan utama mengalami peningkatan aktivitas kendaraan yang berpotensi memengaruhi hubungan volume, kecepatan, dan kepadatan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan volume–kecepatan, volume–kepadatan, dan kecepatan–kepadatan serta menentukan model karakteristik lalu lintas yang paling sesuai pada ruas Jalan Basuki Rahmat Kota Palu. Penelitian dilakukan melalui survei volume lalu lintas dan kecepatan kendaraan pada jam puncak, kemudian dianalisis menggunakan model Greenshields, Greenberg, dan Underwood. Kinerja ruas jalan dievaluasi berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 melalui parameter kapasitas, derajat kejenuhan, dan tingkat pelayanan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas puncak mencapai 1.015 smp/jam, dengan kapasitas jalan sebesar 5.630,4 smp/jam dan derajat kejenuhan 0,18, sehingga ruas Jalan Basuki Rahmat berada pada Tingkat Pelayanan (Level of Service) B dengan kondisi arus stabil. Analisis hubungan karakteristik lalu lintas menunjukkan bahwa peningkatan volume dan kepadatan menyebabkan penurunan kecepatan kendaraan. Dari ketiga model yang dianalisis, model Greenshields memberikan hasil yang paling mendekati kondisi eksisting dan parameter PKJI, dengan karakteristik lalu lintas berupa volume maksimum 1.505,51 smp/jam, kecepatan optimum 57,96 km/jam, dan kepadatan 28,98 smp/km. Dengan demikian, model Greenshields dinilai paling representatif dalam menggambarkan karakteristik arus lalu lintas pada kawasan perdagangan Jalan Basuki Rahmat Kota Palu.
References
Sistem Peningkatan Pariwisata Sulawesi Tengah. Universitas Tadulako.
Ellizar, E., Larastiti, S., Bawono, T. E., Mulyana, W., & Kurniawan, C. (2023). Youth participation in school safety zones assessment: A case study in Indonesia. Journal of Road Safety, 34(2), 1–9. https://doi.org/10.33492/JRS-D-22-00033
Hakim, L. (2020). Hubungan Kecepatan, Volume dan Kepadatan Pada Jalan Raya Pajajaran KM 5 Arah Sukasari-Baranangsiang Dengan Menggunakan Model Greenberg.
Indonesia, P. R. (2009). Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Irfan, Bahar, T., & Turuallo, G. (2017). Analisis Manfaat Pembangunan Akses Jalan Terusan Dewi Sartika – Terminal Tambuli di Kabupaten Sigi. Universitas Tadulako.
Isradi, M., Arifin, Z., Setiawan, M. I., Nasihien, R. D., & Prasetijo, J. (2022). Traffic performance analysis of unsignalized intersection using the traffic conflict parameter technique. Sinergi, 26(3), 397–404. https://doi.org/10.22441/sinergi.2022.3.015
Liu, X., Xu, J., & Li, M. (2019). General-logistic-based speed-density relationship model incorporating the effect of heavy vehicles. Mathematical Problems in Engineering, 2019, 6039846. https://doi.org/10.1155/2019/6039846
Madani, W. M., Bahar, T., & Arifin, S. (2025). Safety Zone Facility Needs Study School (Zoss) on Dewi Sartika Street (Case Study: State Middle School 6 and State Senior High School 3 Palu). Universitas Tadulako.
Marga, D. J. B. (2021). Pedoman Desain Geometrik Jalan. Direktorat Jenderal Bina Marga.
Marga, D. J. B. (2023). Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia. Direktorat Jenderal Bina Marga.
Mufhidin, A., & Chaniago, N. A. D. (2023). Performance analysis of unsignalized intersections and road sections using VISSIM software. Jurnal Pensil: Pendidikan Teknik Sipil, 12(2), 160–177. https://doi.org/10.21009/jpensil.v12i2.34770
Munawar, A. (2004). Manajemen Lalu Lintas Perkotaan. Beta Offset.
Nazir, M. (2005). Metodologi Penelitian. Ghalia Indonesia.
Olayode, I. O., Tartibu, L. K., Okwu, M. O., & Uchechi, U. F. (2020). Intelligent transportation systems, un-signalized road intersections and traffic congestion in Johannesburg: A systematic review. Procedia CIRP, 91, 844–850. https://doi.org/10.1016/j.procir.2020.04.137
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 96 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, (2015).
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2011 tentang Manajemen dan Rekayasa, Analisis Dampak, serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas, (2011).
Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, (2013).
Ramlan, R. (2020). Pengkinian Kinerja Simpang Tak Bersinyal Berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Universitas Gadjah Mada.
Saputra, B., & Savitri, D. (2021). Analisis Hubungan Antara Volume, Kecepatan dan Kepadatan Lalu-Lintas Berdasarkan Model Greenshield, Greeberg dan Underwood. Universitas Negeri Surabaya.
Tamin, O. Z. (2008). Perencanaan, Permodelan dan Rekayasa Transportasi. Institut Teknologi Bandung.



